UTANG GAK BAIK ! KATA SIAPA ?


Assalamualaikum... 
apa kabar nih ? pastinya sehat lah yaa... meskipun lagi-lagi hujan tetap mengguyur daerah tangerang selatan dan sekitarnya. tetap jaga kesehatan yah gaess... jangan sampai sakit menganggu aktivitas kalian yah. 
oh iya pembahasan kali ini sepertinya agak cukup berat deh wkwkw. maklumlah karena aku tuh pengen tiap postingan itu berbeda-beda biar ga mainstream. oke yuk simak pembahasan dibawah ini !!
               
 Kenapa negara indonesia masih ngutang ke luar negeri ? apakah sumber daya alamnya yang melimpah ruah sudah habis ? lalu kenapa harus utang ? apakah ga bisa belanjanya dikurangi aja ?
Mungkin tak sedikit masyarakat megkritik proker pemerintahan, khususnya pemerintahan yang dipimpin oleh presiden jokowi. Saat ini, banyak masyarakat berpikir kinerja jokowi yang bagus diimbangi dengan utang kita terhadap luar negeri. Lalu kenapa harus hutang ke luar negeri ? apakah sumber daya alam kita menipis ? jawabannya, yuk scroll down J  
Disini saya hanya akan meluruskan sedikit dengan pemahaman saya selama mengenyam bangku kuliah di PKN STAN. Pembangunan infrastuktur yang saat ini digadang-gadangkan oleh pemerintah untuk meratakan pembangunan negara ini tidak luput dengan kata “utang”. Lalu, apakah sumber daya alam kita yang diandalkan untuk ekspor sebagai pendapatan negara itu habis ? jawabannya ialah TIDAK !!!. kita tidak bisa hanya berpangku pada SDA karena harga minyak yang rendah serta lifting minyak yang relatif rendah menyebabkan ruang fiskal terbatas. Jika kita terus menerus berpangku pada penerimaan SDA lama-kelamaan SDA juga akan habis maka oleh karena itu pemerintah untuk mengatasi defisit negara berhutang pada luar negeri. Utang tidak selalu bernilai negatif, tergantung dari pengelolaannya. Negara berhutang ke luar negeri untuk membiayai pembangunan, dimana hal tersebut akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Dari pertumbuhan ekonomi tersebut, negara dapat melunasi utang tersebut. Pertumbuhan ekonomi meningkatkan Asumsi Dasar Ekonomi Makro sebagai perancang APBN.
Berikut perbandingan utang negara Indonesia dengan megara lain.


Jika dibandingkan dengan negara lain, utang negara kita masih lebih baik dari negara lain. Lihat saja, negara besar seperti Jepang, Amerika, Inggris, dll. Yang notabene negara maju masih saja berhutang. Bahkan rasionya sangat jauh dibandingkan negara kita. Utang negara kita terhadap luar negeri masih dalam batas wajar. Fiscal rule dalam penyusunan APBN defisit maksimal 3% dari APBN dan 60% dari PDB (UU no. 17 tahun 2003 tentang keuanga negara). Bagian yang mengurus utang negara kita adalah Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Resiko (DJPPR Kementerian Keuangan). DJPPR menilai, utang pemerintah masih relatif terkendali dengan proyeksi rasio utang Indonesia terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hingga akhir tahun sebesar 28,1 persen. Berdasarkan krediturnya, pinjaman pemerintah pusat didominasi oleh sebagian besar berasal dari Bank Dunia, Jepang, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan lembaga lainnya. Menurut DJPPR, Dalam pengelolaan risiko utang, pemerintah senantiasa melakukannya dengan hati-hati dan terukur, termasuk juga menjaga risiko pembiayaan kembali, risiko tingkat bunga, serta risiko nilai tukar dalam posisi yang terkendali.


Grafik tersebut, saya dapatkan dari Kuliah umum Menteri Keungan, Sri Mulyani Indrawati. Dari data tersebut, kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dari negara lain. Oleh sebab itu, marilah kita semua sebagai warga negara yang baik serta aktif berkontibusi terhadap pembangunan negara bahu-membahu mendukung program kegiatan pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan bangsa. Boleh mengkritik, asalkan memberikan masukan dan ide untuk pemerintah. Toh, sekarang kan penyampaian pendapat sudah dilindungi oleh UUD 1945.
Okee sekian yang bisa dishare. Jika ada kesalahan dalam penyampaian isi dan konten just comment below ! see ya in the next post
Wassalamualaikum...

Komentar

Posting Komentar